Ta'aruf itu PASTI!

Assalamu’alaikum wr wb
Hii sahabat terima kasih sudah mau berkunjung di blog aku.



Gue mulai ya, karena gue juga gak bisa buat cerita stand up comedy setidaknya gue berhasil buat cerita yang mengandung unsur komedinya dikit, gak banyak. Lanjutnya disini gue mau berkata-kata bahwa gue ngetik ini dari banyak pengalaman orang. Semoga masih bisa untuk dijadikan pelajaran.

Gue? Yaelah masih orok dibawah 20th tapi omongannya suka belagak dewasa. Maklumi saja karna pribadi yang sudah mulai dewasa sebelum waktunya. Gue juga belum nikah apalagi punya anak. Kalo udah bisa digebukin kali sama ayah gue dan dia mulai berkata “Dasar anak memalukan!! Keluar lo, jangan jadi anak gue lagi! Gue hapus nama lo dari kartu keluarga! Ingetin gue besok ntar gue lupa lagi!” *jiaah* Cuma bener kok, gue emang suka kepoin orang. Eitts kepo gue gak negatif, kepo gue selalu positif *sampe-sampe dulu bos gue percaya banget sama gue padahal gue karyawan baru* hebatkan gue? Semua ini berkat kepribadian yang dewasa dan unik. Ngomongin hal dewasa mulu ka, ntar ada yang merasa gue udah tau lagi dengan hal yang berkaitan dengan orang dewasa. Ebusssettt, neraka mana neraka -___- astagfirullah’alazim.  

Ta’aruf apa sih itu ta’aruf? Ta’aruf adalah kegiatan bersilahturahmi atau bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Nah dalam islam kan setiap manusia kudu ta’aruf tujuannya satu untuk menghubungkan tali silahturahmi. Pahaaam? Alhamdulillah.

Dalam proses ta’aruf biasanya calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang mengenai kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan dengan adab dan etika. Di Indonesia ta’aruf masih kental dengan hal yang berbau munahakat atau pernikahan. 

Dalam proses ini tidak boleh hanya berdua saja harus ada wali atau keluarganya. Proses lainnya adalah dalam melakukan pencarian jodoh atau udah nemu jodoh dan mau melanjutkan dengan proses akad nikah, bisa dilakukan dengan ini:
-          Ta’aruf menggunakan CV/biodata
-          Ta’aruf secara keluarga
-          Ta’aruf secara tetangga

Ngerti gak maksudnya? Gue sih juga engga, engga salah lagi. Jadi tuh, perkenalan dengan memberikan identitas diri dan kesepakatan antara mempelai wanita dan pria. Biasanya ini laku banget untuk kepribadian yang penurut, pendiam, pemalu, super sibuk, dan yang taat karna Ridho ta’ala. Tapi gak semua yaa begini.


Nah terus bagaimana dengan munahakat (pernikahan) yang dilakukan dengan pacaran atau dengan yang lainnya? Menurut gue sih yaaaa ... yang namanya perasaan itu adalah sebuah ANUGRAH dari ALLAH untuk setiap insannya. Yang membedakan nya adalah bagaimana cara mereka meluapkan perasaannya itu aja. Karena pahala setiap manusia tidak ada yang tau broh! Manusia di dunia terus ngelakuin hal yang terbaik tanpa menabung dosa dengan sengaja dan berbuat dosa besar. Manusia itu penuh khilaf. Banyak-banyak taubat. Yang lebih pastinya, setiap manusia pasti kenalan dengan keluarga pihak yang akan dikawininya.


Semua orang punya pilihan masing-masing, alhamdulillah di indonesia masih menjunjung tinggi adab dan etika. Jadi jangan khawatir, karena setiap pernikahan dalam islami itu diharuskan dengan ta’aruf untuk mencapai pernikahan yang syar’i.


      Gue juga punya sedikit cerita nyata, gue ambil pelajarannya kini mereka sudah bahagia dengan sangat. Perempuan lulusan di Universitas ternama di Indonesia yang kini sudah bekerja dengan jaminan masa tua terpenuhi, mengingatkan ku dengan perjuangan cintanya yang tidak hanya sekedar perasaan biasa. Perempuan ini mengajarkan ku banyak hal. Mengapa tidak? Andai saja, dia tidak mengejar Cinta Nya (karena Allah Ta’ala) mungkin dia akan hanya terus sibuk dengan pekerjaan nya.

Terkisahkan aku, perempuan yang sibuk mengejar karirnya namun dia mempunyai rasa pengorbanan cinta yang dasyat. Dia mencoba dan terus berusaha untuk tetap jadi yang terbaik meski pengorbanannya hampir terbuang begitu saja. Namun Allah tidak diam begitu saja, dipermudahlah jalan baginya untuk bersatu. Allah membuka hati yang akan menjadi sang calon kekasih hidupnya itu. Kekasih itu menjadi lembut dan sangat mempercayai perempuan tersebut hingga akhirnya mereka menikah. Pernikahan dengan mahar yang menurut ku ini tidak besar meski perempuan ini mempunyai harta yang bisa dibilang menengah ke atas. Perjuangan itu kurang lebih sekitar 1 tahun lebih berbuah manis hingga sekarang.

Jadi yang masih ngerasa “gue kan perempuan, dia dong yang harus cari gue, kasih apa yang gue minta, selalu berusaha untuk bahagiain gue!” Please deh jangan manja. Orang-orang kaya gini nih yang rumah tangganya yang gak selamet! Mau diajak nikah aja belagu belum lagi nanti kalo udah jadi istri! Emangnya gampang nyari uang? mau hampir mati di perjalanan, mau hampir copot jantung ketika hampir di PECAT.
       
Balik lagi ke kisah nyata itu. Perempuan yang punya harta yang bisa dibilang lebih besar dari gaji seorang suami nya. Perempuan itu perempuan yang cerdas, dia tau apa kebutuhan dan yang hanya sekedar keinginan semata. Perempuan itu tetap menjadi yang terbaik tanpa menutut seorang suami yang gajinya lebih kecil. Perempuan cerdas yang mandiri, perempuan cerdas yang sholehah, dan perempuan yang cerdas akan karir nya.
      
Gue pernah baca tentang raja dan ratu. Lo taukan raja? Dia bisa mencari banyak perempuan yang dia inginkan tanpa perlu susah dan ragu. Tapi raja hanya butuh 1 ratu, perempuan yang tegar dan cerdas. Gue membuat sebuah qoute gue sendiri, “Tidak ada nama sebuah Cinta tanpa memberi, memberi, dan terus memberi”.


Wassalamu’alaikum.

Comments